felorasa: Motivasi
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2023

Self Healing Bijak Dengan menulis di blog (Pengalaman Pribadi)

Self Healing Bijak Dengan menulis di blog (Pengalaman Pribadi)

Self healing menulis blog

Nggak banyak orang bisa mengungkapkan isi hati secara langsung. Nggak banyak orang mau mendengarkan apa yang kita ungkapkan. Dan nggak banyak orang juga bisa menjaga rahasiamu.

Pernah nggak sih kalian takut untuk berbicara dan lebih memilih diam? Takut ketika sudah bicara justru bikin masalah. Takut ketika curhat, malah dianggap baperan. Takut ketika bicara, malah disalah-salahkan. Hal kayak gitu malah bikin kita yang awalnya baik-baik saja jadi nggak baik-baik saja. Pada akhirnya lebih memilih bungkam.

Aku sadar.

Saat kita merasakan capek. Pikiran kalut atau rasa ingin marah sepenuhnya kita yang mengendalikan bukan orang lain. Apakah diluapkan? Atau mau dipendam saja. Dan kita yang memilih mau diluapkan dengan cara seperti apa.

Tapi jika dipendam saja dan emosi kita nggak dikeluarkan sedikit demi sedikit. Hal itu bisa jadi boomerang nggak, sih? Tiba-tiba emosi itu akan meledak tanpa terkendali yang justru jadi masalah di kemudian hari.

Maka dari itu segala kegundahan kalau bisa harus disalurkan dengan cara yang tepat agar nantinya nggak tiba-tiba meledak.


Menulis Blog Untuk Curhat?

Setiap orang memiliki cara self healing masing-masing. Mencoba banyak cara agar luka batinnya hilang.

Dikutip dari katadata.com disebutkan bahwa luka batin yang berlangsung lama bisa membuat kita merasa stres kronis, depresi, gangguan kecemasan, dan menggangu kesehatan mental. Jika kondisi ini tidak segera di tangani, maka berisiko menyebabkan self harm.

Salah satu cara yang aku lakukan adalah menulis. Nah, blog adalah tempat yang tepat untuk aku menulis.

Dulu sebelum kenal menulis, aku sering menumpahkan emosi ku melalui status di sosial media seperti twitter, facebook, dan status wa menggunakan kalimat sesuai moodku. 

Memang terasa lega, sih. Tapi aku pikir-pikir, apakah teman-teman dan keluargaku nyaman kalau aku bikin status kayak gitu? Buat apa juga. Yang ada hanya bikin geger semua orang, kan.

Terlalu banyak status galau yang baca pun jenuh dan males buat baca. Dan nggak semua orang peduli juga dengan status kita. Kalau curhat personal juga nggak menjamin cerita kita terjaga rahasianya. Apalagi sekarang berkirim pesan sangat mudah, tinggal kirim langsung bisa berghibah.

Baca juga : Pencapaian Ngeblog Setelah 1 tahun

Namun semenjak aku mengenal blog dan menulis di blog, aku jadi mulai belajar bijak dan dewasa menggunakan media sosial. Lebih selektif untuk membagikan cerita ke orang lain. Lebih belajar memilih mana cerita yang boleh menjadi konsumsi publik mana yang private.

Aku juga nggak mau mengumbar aib ataupun menumpahkan segala emosi dengan kalimat yang kurang baik. Aku membedakan tulisan mana yang aku tulis di buku diary yang tanpa dipublish dan mana yang aku tulis di blog.


Bagaimana Bentuk Self Healingku di blog?

Aku sadar, bahwa menjadi blogger juga bisa mengubah sudut pandang orang lain dan bisa membantu menyembuhkan pikiran negatif bagi yang membaca.

Makanya, aku merasa menulis blog jadi tempat self healing ku yang paling ampuh. Bikin hati tenang dan aku merasa bahagia

Ketika apa yang aku tulis, dapat berimpact baik bagi pembaca. Ini jadi motivasi besar buat diriku untuk terus menulis agar tulisanku bermanfaat bagi orang lain.

1. Rajin Menulis Tapi Bukan Umbar Aib

Sepanjang tulisan yang aku tulis, bukan curhatan yang aneh-aneh. Tapi aku menuliskan informasi sesuai pengalaman yang pernah aku alami dengan nggak menyinggung masalah pribadi atapun orang lain.

Semua orang bisa membaca tulisanku, suami, anak, orang tua, mertua, tetangga, teman-teman juga. Barangkali bisa juga nih jadi motivasi yang baik untuk semua.

Ntah kenapa kalau tulisanku bisa dibaca banyak orang, aku bahagia banget. Apalagi kalau bisa bermanfaat bagi mereka.


2. Pikiran Kalut, Alihkan Dengan Menulis

Saat pikiranku agak melayang-layang, aku habisin waktu dengan nulis. Meskipun nggak tiap hari, tapi paling nggak aku bisa menyalurkan emosi ku kedalam tulisan tanpa menyinggung siapapun. Jadi lebih mencari produktivitas, aktivitas dan hiburan.

Aku juga coba untuk rajin ikut lomba blog. Mau kalah pun nggak masalah, aku tetep ikut gabung. Karena ketika banyak aktivitas, setidaknya bisa mengurangi pikiran negatif. Daripada buat ghibah yang belum tentu benar, kan hehe. 

Baca juga : Pengalaman Pertama Menang blog


3. Bahagia, Ketika Tulisan Bermanfaat Bagi Orang Lain

Entah kenapa aku bahagia banget kalau tulisanku bisa dibaca orang lain. Apalagi kalau tulisanku bisa bermanfaat buat mereka. Aku juga seneng kalau tulisanku juga jadi bahan rujukan temen-temen lain. Rasanya bahagia banget. 


4. Bisa Berkenalan Dengan Teman-Teman Blogger

Alhamdulillah aku bisa berkenalan dengan para blogger yang hebat-hebat. Aku bisa banyak belajar dari mereka dan aku termotivasi untuk semangat menulis karena mereka juga. Banyak sekali blogger favorite ku. Salah satunya mbak nabila. Aku tahu dia karena dia sering ikut lomba blog dan sering menang. Dia juga sering jadi pembicara terkait sepak terjangnya di dunia blog.

Di kalangan para blogger, kayaknya dia sangat terkenal. Tulisannya juga keren-keren. Aku terinspirasi dengan mb Nabila untuk selalu semangat ngeblog.





Kamis, 05 Januari 2023

Untukmu Terimakasih Tubuhku Terimakasih Untuk Diriku Sendiri

Untukmu Terimakasih Tubuhku Terimakasih Untuk Diriku Sendiri

terimakasih tubuhku quotes

Apakah sudah berterimakasih pada tubuhmu? Yuk, baca pesanku di bawah ini. Berterimakasih kepada tubuhmu, kepada dirimu sendiri.


Dear tubuhku,

Bukan orang lain, tapi ternyata kamulah yang selalu menemaniku seumur hidupku. Kamu menyertaiku, tapi justru akulah yang belum memahamimu.

Tubuhku,

Aku meminta maaf, aku terlalu keras untuk memperkerjakanmu atas kemauanku. Terkadang banyak ucapan jelek yang aku lontarkan padamu karena hal sepele. 

Aku terlalu banyak memikirkan banyak hal hingga larut malam padahal kamu harusnya waktunya beristirahat. Tapi kamu mau menemaniku begadang dan mau menerima celotehku yang bikin kamu lelah.

Aku minta maaf karena sering membuatmu kelaparan dengan sengaja atau bahkan membuatmu terlalu kekenyangan hingga mengabaikan kesehatanmu. Terkadang juga aku kurang memberimu makan yang bergizi dan enak untukmu.

Maafkan aku yang kurang bisa menghargaimu. Tidak seharusnya aku merasa kecewa terhadapmu. 

 Maafkan aku yang tak sengaja melukai mu dengan kata-kataku. Padahal kamu adalah sesosok yang sempurna dari ciptaanNya. Kamu menemaniku sehingga aku bisa melihat, mendengar, bernyanyi, merasakan, hingga berlari ke ujung dunia.

Tanpamu aku tak bisa bertahan sampai detik ini. Tanpamu aku tidak bisa menggapai hal-hal yang aku impikan.

Dan tanpamu, aku tidak pernah belajar untuk dewasa dan bijaksana.

Terimakasih tubuhku

Terima kasih sudah mau bangun pagi setiap harinya meskipun masih ada rasa kantuk. Terimakasih sudah mau aku ajak kemanapun aku pergi.

Aku selalu berdoa untukmu semoga selalu sehat, bahagia, sukses, rezeki lancar, dan disayangi oleh banyak orang.

_

Baca juga : Baca ini jika kamu sedang down

Gimana teman-teman

Aku mau berpesan, nih.

Tubuhmu adalah satu satunya yang mau menemani dirimu dengan sepenuh hati. Tubuhmu adalah satu-satunya yang ikut bangun dengan kamu setiap hari seumur hidupmu dan ketika tidur setiap malammu.

Tubuhmu adalah satu-satunya yang menemani dirimu di saat tersulit sekalipun. Menemani hari-harimu yang terkadang berat. Menemani kamu ketika menangis setiap malam. Menemani setiap tertawamu dan bahagiamu.

Tugas kamu sekarang adalah merawat, mencintai, dan menyayangi tubuh kalian. Sayangilah dirimu sendiri. Peluklah dirimu sendiri dan ucapkan "Terimakasih, kamu hebat telah melalui banyak hal bersama"

Yuk, mulai sekarang sayangi tubuhmu hingga nanti. 

Gimana teman-teman sekalian? Semoga pesan ku di artikel ini bisa membuat hati kamu lebih tenang dan nyaman. Love you all.

Sabtu, 24 Desember 2022

Idgitaf Satu Satu - Akan Ada Masa Depan Bagi Yang Bertahan

Idgitaf Satu Satu - Akan Ada Masa Depan Bagi Yang Bertahan


Aku nggak tahu bagaimana musik bekerja. Tapi entah kenapa sebuah lagu bisa membantu membuka sudut pandang dan merubah diri ke arah lebih baik. Bukan hanya alunan nadanya, tapi bagaimana lirik lagu itu dapat memotivasi.

Begitu pula dengan lagu ini.

Aku tahu lagu ini setelah membaca postingan seorang influencer di akun instagram @geraldytan. Jujur aku memang agak asing dengan penyanyinya karena belum pernah mendengar lagu-lagunya. Nah, saat aku dengarkan.

Jleb,

Pertama kali aku mendengar lagunya, rasanya langsung bisa mengena di hati meskipun baru diputar satu kali. Saat mendengar lagu ini, rasanya ingin menemui diriku yang dulu untuk memeluk diriku sendiri dan berkata "kamu kuat".

Penasaran gimana liriknya?

Coba perhatikan liriknya di bawah ini, ya.

____

"Mata pernah melihat
Telinga pernah mendengar
Badan pernah merasa
Terekam jelas seakan terjadi
Baru saja

Siapakah yang salah
Siapa yang tanggung jawab
Waktu terus berjalan
Terasa salah karena
Ada yang belum selesai

Aku sudah tak marah
Walau masih teringat
Semua yg terjadi kemarin
Jadikan aku yang hari ini

Aku sudah tak benci
Walau nyatanya merugi
Terdengar tidaknya kata maaf
Dada lapang terima semua

Akan ada masa depan
Bagi semua yg bertahan
Duniaku pernah hancur
Rangkai lagi satu satu"

Untuk lirik lengkapnya bisa coba check di official youtubenya, ya.

___

Lirik ini bisa jadi pengingat bahwa: 

1. Belajar Berdamai Dengan Diri Sendiri dari Trauma

Kamu sudah mencoba memaafkan tapi kamu sulit untuk melupakan. Aku tahu pengalaman masa lalu menyebabkan luka jiwamu terus tergerus. Membekas hingga butuh waktu untuk menyembuhkan.

Aku tahu bagaimana kamu harus berusaha keras dengan emosi ingatan dan kecemasanmu selama ini. Tapi bukankah perjalanan masih panjang. 

Jika kamu berhasil menerima kenyataan dengan ikhlas dan memaafkan, sedikit demi sedikit bisa membebaskan diri dari belenggu itu.

Mengingat masa lalu hanya dapat membuatmu terjebak di rasa sakit yang sama. Yang kamu lakukan fokus pada saat yang sekarang. Jadikan semua pelajaran dan jadi batu loncatan untuk jadi lebih baik.

Meskipun proses nya sulit, tapi aku yakin kamu bisa melewatinya.

2. Yang hancur masih tetap bisa dipulihkan

Kamu harus ingat bahwa yang hancur masih bisa dibentuk jadi lebih baik lagi. 

Tenang. Masih bisa kamu perbaiki kok.

Sesuai lirik, satu-satu. Perbaiki pelan-pelan. Bangun lagi pelan-pelan. Tidak perlu buru-buru. Kamu susun lagi yang sudah hancur jadi 100x lipat lebih baik.

Mungkin hasilnya nggak sempurna, tapi nggak apa-apa. Sedikit demi sedikit kamu bentuk lagi.

Tuhan tahu bagaimana kamu berjuang. Tuhan tahu bagaimana keberanianmu untuk memulai dan bagaimana kesabaranmu serta keikhlasanmu.


3. Ada Masa Depan Bagi yang Bertahan

Kamu punya masa lalu. Dan kamu pun masih punya masa depan yang bahagia. Waktu tidak berhenti dan akan terus berjalan. Kamu masih punya kesempatan untuk memperbaikinya.

Yang perlu kamu lakukan adalah bersabar dan memastikan kalau kamu nggak akan terjebak terlalu lama di masa lalu. Yang perlu kamu lakukan adalah terus berjalan untuk menjemput masa depanmu.

Peluklah dirimu dan katakan pada dirimu "Terimakasih tubuhku sudah bertahan dan berjuang"

Selalu sehat dan panjang umur, ya. Ingatlah akan ada masa depan bagi semua yang bertahan.

Baca juga : Baca ini jika kamu sedang nggak baik-baik saja


Terimakasih Idgitaf telah menciptakan lagu yang menginspirasi ini. Terimakasih telah membawakan lagu yang indah ini untuk kita semua.

Gimana teman-teman? Apakah sudah mendengar lagunya? Gimana perasaannya setelah mendengar lagu ini? Apakah ada perasaan lebih tenang? Pasti jadi lebih termotivasi, ya.

Nggak hanya lagu satu-satu, Idgitaf juga menciptakan karya lagu lain yang nggak kalah menginspirasi. Kapan-kapan aku review lagi lagu Idgitaf yang lain, ya.

Tetap berkarya dan pastinya bahagia selalu ya pembaca sekalian.


Tulisan by me


Kamis, 20 Oktober 2022

Kenapa Kita Sering Menyalahkan Orang lain? Ini Alasannya!

Kenapa Kita Sering Menyalahkan Orang lain? Ini Alasannya!

Menyalahkan orang lain memang paling mudah. Tapi sebelum menyalahkan orang lain coba pikirkan benarkah yang salah adalah orang lain? Atau memang aslinya diri kita sendiri?

Ngomong-ngomong soal itu, kenapa ya kita sering menyalahkan orang lain?


1. Menyalahkan Orang lain Itu Mudah

Siapa disini yang sering menyalahkan orang lain? Hehe.

Menyalahkan orang lain itu mudah. Biasanya ketika kita berada dalam keadaan yang tersudutkan, cara mudah yang dilakukan untuk lepas dari kena salah duluan adalah menyalahkan orang lain.

Menyalahkan orang lain biasanya dilakukan untuk menyelamatkan harga diri, takut disalahkan, dan Ingin mengurangi beban tanggung jawab yang diemban.

Misalkan

A : Yang bikin motorku lecet itu tetangga sebelah. Ya Allah, sananya tega banget. Sama sekali nggak kasihan.
B : Padahal itu motor baru hadiah wisuda, ya. Kasihan banget kamu.
A : Kalau belum lancar pakai mobil kan harusnya jangan turun ke jalan. Jangan sombong karena punya mobil. Biarlah Allah yang membalasnya. Aamiin.

Padahal jika diruntut kejadiannya. Yang pakai motor nggak pakai helm dan nggak bawa surat-surat kendaraan. Apalagi ngebut karena mengejar lampu hijau yang ternyata detik terakhir sudah lampu merah. Tapi terlanjur sudah digas dulu dan nggak bisa di rem mendadak. Akhirnya kesempret mobil dari arah sebelahnya, deh. Tapi yang dihakimi malah mobil

Itu lah the power of menyalahkan orang lain. Mudah tapi merugikan orang lain. Mengerikan juga, ya.


2. Menghindari Rasa Bersalah

Biasanya, nih. Dalam hati dan pikiran, kita tahu kita salah dan merasa bersalah. Tapi kita berusaha denial dan menganggap itu bukan salah kita.

Pada akhirnya, kita mencari jalan untuk menyalahkan orang lain agar perasaan bersalah kita berkurang dan turut meyakini bahwa kita memang tidak bersalah tapi orang lain lah penyebabnya.

Contohnya:

"Gedubrak, suara anak kecil jatuh*
Bu Uun : Nak, kamu nggak apa apa? Kok bisa jatuh begitu?
Bocil : Ini Bocil kesandung, bu
Bu Aan : Eh, jeng. Nggak ada api, nggak ada air, nggak ada duit, tiba-tiba si bocil jatuh sendiri. Bisa sampai lecet begitu
Bu Uun : Iya, sampai lecet kayak gitu
Bu Aan : Bu ingat nggak tempo hari lalu, anak sebelah juga jatuh diposisi yang sama. Jangan2 disini ada setan nya, bu. Ada setan ganggu, bu.
Bu uun : eh bisa gitu ya si setan. Ngeri kali, ah
Bu Aan : iya, saudaraku pernah lihat soalnya. Kan, punya kemampuan khusus.

Eh, ibu Aan bisa bisa bae sampai bawa bawa setan.

Padahal jika dicari penyebabnya, si anak jatuh karna takut hewan peliharaan di rumah ibu Aan galak dan suka mengejar anak kecil. Si anak lari dan jatuh. Si Ibu Aan tahu dan merasa bersalah tapi takut mengakui.


3. Gengsi, Harga Diri Tinggi, dan Melindungi Ego

Orang yang memiliki ego tinggi, biasanya ingin selalu berada di atas dan gengsinya tinggi. Sehingga merasa dialah orang baik sementara yang kita salahkan adalah orang  yang buruk. Terkadang menjadikan diri sendiri agar terlihat sebagai korban untuk mendapatkan simpati dari orang lain.


4. Dipenuhi Emosi Negatif

Pernah nggak sih, ketika kamu berada di suatu kondisi yang sulit, terpuruk, dan menyedihkan. Perasaanmu diliputi emosi negatif yang memuncak. Pikiran-pikiran negatif jadi berkumpul semua.

Emosi negatif itu akan menghalangi pikiran jernih kita. Biasanya kita akan cenderung negative thinking dan akan kesulitan memandang  sebuah masalah secara objektif. Jadi lebih banyak grusah grusuh, mencari pembelaan, dan denial pada suatu keadaan.

Akhirnya, kita memilih menjadikan orang lain sebagai kambing hitam untuk sesaat.


Apakah Menyalahkan Orang Lain Akan Membuat Nama Kita Jadi Bagus?

Nggak.

Percayalah.

Menyalahkan orang lain dan selalu mencari pembelaan untuk dirimu sendiri, pada akhirnya hanya akan memberatkanmu. 

"Menyalahkan orang lain hanya akan membuatmu terbebas untuk sementara waktu saja bukan selamanya"

Karena orang lain akan membacamu sesuai dengan pemahamannya dan pengalaman berbeda dengan cara mereka sendiri bukan karna cerita cerita.

Pada akhirnya orang-orang akan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Meskipun kamu berusaha mencari pembenaran sekalipun

Lelah,

Yang ada kamu hanya lelah. Lelah pikiran. Lelah batin. Karena pikiran dan hatimu menjadi denial dalam segala sesuatu. Kebiasaan ini bisa menguras energi secara perlahan.

 

Menyalahkan Orang Lain Bisa Berasal Dari Luka Batin

Kebiasaan menyalahkan orang lain dapat berasal dari tidak terselesaikannya luka batin yang ada dalam diri kita. Ntah karena ada trauma akan masa lalu atau bagaimana.

Misalkan waktu kecil selalu disalahkan orang atau dinilai buruk oleh orang lain. Makanya dipikiran dan hatimu, kamu takut dinilai buruk oleh banyak orang. Apalagi orang-orang terdekat yang melakukan sehingga batinmu merasa tersudutkan.

Karena hal itu, timbul rasa untuk mencari alasan yang terkadang menyalahkan keadaan, benda, atau orang lain.

Masalah-masalah batin ini jika dibiarkan juga akan berdampak buruk nggak hanya diri sendiri tapi orang lain.


Bagaimana Cara Berhenti Menyalahkan Orang Lain?

Agar tindakan untuk menyalahkan orang lain tidak berlarut-larut dan menjadi kebiasaan buruk dikemudian hari, maka kita perlu banyak belajar berbenah diri.

Yups, jika kebiasaan ini diteruskan, maka akan berdampak buruk dalam berbagai hal

  1. Menghambat proses pendewasaan diri
  2. Sulit menemukan solusi
  3. Mudah berprasangka buruk
  4. Cenderung suka mengkambinghitamkan orang lain. Hal ini bisa membuat hubungan kita dengan orang lain renggang karena perbedaan pendapat.
  5. Melelahkan jiwa dan pikiran
  6. Takut menjadi diri sendiri

Lalu bagaimana cara agar nggak menyalahkan orang lain? Terkadang faktor membuat kita menyalahkan orang lain karena kita melihat dari sudut pandang saja yaitu sudut pandang diri sendiri dan nggak berusaha melihat dari sudut pandang orang lain.

Maka yang bisa kita lakukan. Beri jeda dan jangan gegabah. Biarlah diri kita tenang dulu. Pikirkan apa yang terjadi apakah penyebab kegagalan atau keterpurukan itu karena orang lain atau memang diri kamu sendiri.

Jika kamu merasa memang kamu sendiri. Maka jangan malu untuk jujur dan minta maaf. Meminta maaf bukan berarti kamu kalah atau pecundang.

Justru kamulah pemilik hati paling lapang karena telah berhasil mengalahkan ego sendiri dengan melakukan hal yang benar.



Tulisan by me

 



Senin, 27 Juni 2022

Untuk Kamu yang Lagi Down, Baca ini. Kamu Hebat Bisa Bertahan Sejauh Ini

Untuk Kamu yang Lagi Down, Baca ini. Kamu Hebat Bisa Bertahan Sejauh Ini


Hey untuk kamu yang saat ini sedang tidak baik-baik saja, aku tahu kamu kuat. Aku memang nggak tahu apa yang terjadi padamu dan bagaimana perjalanan yang kamu lalui, tapi aku yakin kamu bisa melewatinya. Semua pasti akan baik-baik saja. It's ok.


~~~

Kamu harus tahu... 

Seberat apapun hal yang kamu lalui. 

Sesakit apapun hal yang kamu rasakan.

Ingatlah kamu adalah sosok yang hebat. 

Kamu kuat sampai kamu bisa melangkahkan kaki sejauh ini.  Aku tahu meski itu nggak mudah hingga air matamu mengalir tapi aku yakin kamu bisa melewatinya. 

Saat ini pasti kamu sedang lelah. Nggak apa-apa kok kalau kamu lelah tapi jangan sampai menyerah, ya. 

Beristirahatlah hingga kamu sedikit lebih tenang. Lakukanlah hal yang bisa membuatmu tenang. Minum teh, menonton film, berkumpul dengan orang tersayang, makan makanan kesukaanmu, dan hal-hal positif lain yang bisa sedikit lebih baik.


"Berteriaklah, tapi habis itu tenangkan dirimu

Menangislah, jika kamu ingin menangis tapi habis itu tenangkan hatimu"


Menangis bukan berarti kamu lemah, tapi itu salah cara terbaik untuk membuatmu jadi lebih baik. Menangis kadang kala adalah tanda kalau kamu sabar dan kuat. Tapi berjanjilah, setelah ini kamu tersenyum lagi, ya. 

Tuhan tahu kok kalau kamu lagi sedih dan Tuhan tahu kamu kuat menjalaninya karena kamu hebat. Bahkan kamu sangat hebat untuk hal-hal yang berat sekalipun.

Kamu harus yakin, dari setiap kegagalan, kekecewaan, dan keterpurukan yang kamu alami, akan ada kebahagiaan yang akan menunggu di depan sana. 

Aku yakin  di setiap kesedihan yang kamu rasakan, Tuhan sedang mempersiapkan kebahagiaan yang luar biasa yang nggak kamu duga. Kamu percaya itu kan? Ntah detik ini, besok atau lusa, kamu akan mendapatkan kebahagiaan itu.

Tetap jadi baik. Jadilah orang baik. Nggak ada ruginya, kok. Nggak perlu menjelekkan orang lain karena menjelekkan orang nggak akan bikin nama jadi bagus

Biarlah orang berkata apa, karena yang membenci kamu akan tetap menganggap kamu itu buruk meskipun kamu berbuat baik. Yang membenci kamu, tetap akan mencari kesalahanmu dari banyak kebaikan yang kamu lakukan.

Maafkan lah.. biar semesta yang berbicara, ya.

Jadi, tetap melangkah. Harapan-harapan itu masih ada. Where there's life there's hope.

Kamu berhak bahagia. Give yourself peace of mind. You deserve to be happy. Tetap semangat, ya. 

~~~

Aku harap setelah kamu membaca tulisan ini, kamu jadi lebih tenang, ya. Semoga mood mu jadi lebih baik.



Tulisan by me


Jumat, 25 Februari 2022

Dunia Ini Kejam, Aku Takut Punya Anak Perempuan

Dunia Ini Kejam, Aku Takut Punya Anak Perempuan


"Anggapan mengenai seorang perempuan adalah lemah menurutku adalah salah. Banyak orang mengatakan "perempuan mungkin tidak akan sekuat laki-laki" .  Bagiku, pernyataan itu tidak sepenuhnya benar. Perempuan lebih tabah dari mereka. Dan ketabahan itulah yang menjadikan perempuan mampu mengalahkan laki-laki"

______

Perempuan terkadang bisa menyembunyikan apa yang dirasakan di hatinya seolah tak tampak. Padahal di dalamnya rapuh. Tapi walau begitu, perempuan selalu bangkit.

Seseorang mengatakan padaku bahwa "perempuan terutama seorang ibu bisa menggantikan peran laki-laki tapi seorang ayah belum tentu bisa menggantikan diri sebagai perempuan"

Begitu spesialnya perempuan, tapi kenapa banyak laki laki yang berani menyakiti perempuan?


Apakah Dunia Ini Memang Aman Untuk Perempuan?

Banyak kasus yang saya lihat di media, dimana perempuan selalu jadi korbannya seperti kekerasan seksual, KDRT, suami selingkuh, ancaman, pemerasan, dan hal lain yang merendahkan perempuan. Padahal seorang laki-laki lahir dari rahim perempuan yaitu seorang ibu.

Perempuan Indonesia masih berkutat pada pengertian paradoks yang mana masih memperjuangkan kesetaraan gender tetapi, akar nilai tradisi masih kuat dan cenderung memposisikan perempuan sebagai subordinat laki-laki.

Akibatnya, ketimpangan gender akan terus terjadi dimana kontrol dan dominasi terletak pada laki-laki. Selalu menganggap perempuan di bawah laki-laki dan perempuan harus nurut kepada laki-laki. Laki-laki sering beralasan 'harga diri".

Tidak hanya dari pihak laki-laki, bahkan sesama perempuan pun bisa saling menjatuhkan. Terkadang sesama perempuan bisa saling menyakiti.


Dunia Maya Juga Belum Tentu Aman Untuk Perempuan

Terkadang banyak hal yang harus dilewati perempuan, membuat saya pun takut memiliki anak perempuan. Apalagi mendidik anak perempuan di zaman sekarang dan di masa mendatang pasti berbeda dan butuh perhatian ekstra. Ditambah dengan teknologi yang semakin canggih, memudahkan pula kejahatan atau kerap disebut cyber crime.

Banyak kasus dimana kekerasan pada perempuan justru terjadi di dunia maya. Sering kali orang di dunia maya, tidak  mengenal secara personal dan menggunakan anonim untuk memudahkan kejahatannya. Saya juga sering menemui, foto-foto perempuan yang disalahgunakan di dunia maya untuk hal tertentu ntah dijual lagi, dibuat untuk mengancam, dibuat akun fake, dll. Miris.

Saya juga pernah membaca thread di instagram dan twitter, ketika perempuan berani bersuara, ternyata malah terjadi "penghakiman" secara digital kepada korban. Korban malah disalahkan. Pantas saja banyak perempuan yang memilih bungkam dan akhirnya depresi.

Dunia ini serasa kejam dan tidak ada tempat yang aman untuk perempuan. Bahkan di rumah pun, perempuan bisa jadi korbannya. 

Jujur saya jadi takut punya anak perempuan. Apakah anak perempuanku bisa sekuat ibu saya? Apakah anak perempuan saya juga akan bisa sekuat perempuan-perenpuan lain di luar sana?


Pesan Untuk Anak Perempuanku Kelak

Dari banyak hal yang dilalui perempuan dengan sekian banyak tuntutan dari berbagai pihak. Membuat saya berpikir, dunia ini pun butuh perempuan. Laki-laki bisa kuat karena disempurnakan oleh adanya perempuan. Dunia hidup karena ada perempuan. Lahirnya para penerus bangsa juga dari perempuan. Apa yang akan terjadi jika tidak ada perempuan? 

Oleh karena itu, ketakutan saya akan memiliki anak perempuan seketika hilang. 

Kelak saya pasti akan dihadiahkan oleh Allah anak perempuan. Dan saya harus menjaga titipanNya. 

Saya sebagai orang tua akan mempersiapkan dan membekali sedari dini kepada anak perempuan saya untuk jadi sesosok wanita yang kuat, cerdas, bahagia, mawas diri, berdaya, produktif, berkeinginan kuat, berani, tegas, lemah lembut, dan tidak ada yang boleh menyakiti hatinya.

Saya juga berharap, suatu saat anak perempuanku bisa selalu menjaga dirinya. Anak perempuanku juga punya hak atas tubuhnya. 

Semoga kelak, kamu dipertemukan dengan orang yang baik dan tepat.


Pesan untuk laki-laki

Jangan pernah menyakiti perempuan. Perlakukan perempuan secara baik. Laki-laki harus paham, bahwa: 

"Laki-laki pernah dilahirkan oleh rahim perempuan yaitu ibunya. Laki-laki yang baik pasti berpikir beribu kali untuk menyakiti perempuan karena sadar ibunya juga seorang perempuan"

Dan laki-laki harus sadar kelak akan memiliki anak dan meneruskan keturunan dari rahim istri.

Dan bagi yang sudah menjadi ayah, cara mendidik anak laki-laki itu mudah yaitu jangan memarahi dan berikan contoh dengan memperlakukan dengan baik istrimu (ibunya anak-anakmu). Dengan begitu anak laki-lakimu akan berusaha menyayangi perempuan juga


Baca juga : Stop! Menyalahkan Orang Lain

24 februari 2022

Tulisan by me (dari hati yang terdalam untuk para perempuan kuat)


Selamat Datang
Selamat Datang di Blog Felorasa.
Done